Kalsel360.com, BANJARMASIN – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, memberikan arahan dalam Pelatihan Guru tentang Implementasi Konvensi Hak Anak dan Penguatan Budaya Sekolah Aman, Nyaman, dan Inklusif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (05/08/2026).
Pelatihan yang diikuti guru PAUD se-Kota Banjarmasin tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta berpihak pada pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini.
Dalam arahannya, Hj. Neli Listriani menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Banjarmasin.
Mengusung tema Bersama Mewujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, Inklusif, dan Berpihak pada Hak Anak melalui Penguatan Peran Guru, ia mengajak seluruh guru menjadi motor penggerak terciptanya sekolah yang ramah anak dan menghargai keberagaman.
"Kita berkumpul di sini membawa misi besar untuk mengubah lanskap pendidikan anak usia dini di kota kita," ujarnya.
Menurut Hj. Neli, implementasi Konvensi Hak Anak harus diawali dengan perubahan cara pandang terhadap anak sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilindungi, didengar, dan dihargai.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi menghadirkan lingkungan belajar yang memberikan ruang yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa diskriminasi, terlepas dari latar belakang maupun kondisi yang dimiliki.
Lebih lanjut, ia meminta agar seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan diwujudkan melalui langkah nyata di setiap satuan pendidikan. Para guru diharapkan menjadi pelopor perubahan dengan mengevaluasi budaya sekolah, memperkuat komunikasi dan kolaborasi bersama orang tua, serta membangun ekosistem pendidikan yang selaras antara sekolah dan keluarga dalam memenuhi hak-hak anak.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Menutup arahannya, Hj. Neli Listriani menegaskan bahwa guru PAUD merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter, kepedulian, dan ketahanan mental anak di luar lingkungan keluarga. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan secara optimal, aktif berdiskusi, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di satuan pendidikan masing-masing.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh PAUD di Kota Banjarmasin semakin mampu menghadirkan budaya sekolah yang ramah anak, inklusif, dan berkualitas sebagai fondasi lahirnya generasi Banua yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
(prokom-bjm)